Kepada Yth.
Ibu Debian*
HOW
TO MOTIVATE EMPLOYEE
Salah
satu isu yang kerap menjadi persoalan bagi para manajer adalah bagaimana cara
memotivasi karyawan agar dapat menunjukkan standard performance. Berikut beberapa
tips yang mungkin bermanfaat untuk digunakan :
1.
Pahami
perbedaan individu
Karyawan
memiliki kebutuhan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Hindari memberi treatment yang sama kepada semua
karyawan. Luangkan waktu untuk memahami apa yang penting bagi masing-masing
karyawan. Berangkat dari pemahaman ini, manajer dapat memodifikasi sasaran
individual, tingkat keterlibatan, dan rewards terkait kebutuhan
individu.
2.
Gunakan
sasaran dan umpan balik
Dalam
bekerja, karyawan perlu memiliki sasaran kerja yang spesifik dan cukup sulit
(tidak mudah) untuk dicapai dan mendapat umpan balik seberapa baik atau kurang
baik mereka dalam menunaikan tugas.
3.
Beri
kesempatan bagi karyawan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang
berpengaruh terhadap mereka
Karyawan
sampai tingkat tertentu dapat berkontribusi dalam keputusan yang berpengaruh
terhadap diri mereka seperti, menetapkan sasaran kerja, memilih paket benefit, dll.
4.
Hubungkan
rewards dengan performance
Rewards
harus berhubungan dengan performance.
Karyawan harus mempersepsikan linkage
yang jelas antara rewards dengan performance. Jadi meskipun aktualnya rewards sangat erat kaitannya dengan
kriteria performance, namun bila
karyawan mempersepsikan hubungan yang jauh antara rewards dan performance, performance karyawan akan tetap rendah,
kepuasan kerja menurun dan meningkatnya turn over dan absenteeism.
5.
Pastikan
sistem rewards yang adil
Rewards
harus dipersepsikan adil oleh karyawan seimbang dengan input yang mereka berikan di dalam
pekerjaan. Pengalaman, keterampilan, kemampuan, usaha dan input lainnya dapat membedakan performance yang ditampilkan sehingga
harus berbeda pula akan rewards yang
diperoleh.
Di
sisi lain, pada masyarakat pekerja terdapat beberapa klasifikasi pekerja yang
masing-masing memiliki tantangan tersendiri dalam konteks motivasi. Klasifikasi
atau kelompok pekerja yang ada antara lain karyawan profesional, karyawan
kontrak, pekerja low-skilled, dan
pekerja yang mengerjakan tugas repetitif. Setiap kelompok memerlukan cara
tersendiri untuk dapat memotivasi mereka.
1.
Karyawan
Profesional
Berbeda
dengan masa lalu, karyawan pada masa kini cenderung tipikal karyawan yang
terlatih dan profesional dengan latar pendidikan sarjana. Tipe karyawan ini
mendapat kepuasan intrinsik yang tinggi dari pekerjaan mereka. Mereka umumnya
dibayar tinggi, memiliki komitmen kuat terhadap bidang pekerjaan dan cenderung
lebih loyal kepada profesi mereka daripada kepada employer mereka. Mereka jarang
mendefinisikan pekerjaan mereka dalam konteks 8 to 5 dan 5 hari kerja seminggu.
Lalu, apa yang
memotivasi mereka? Ada beberapa yaitu, job challenge, peluang skill-development, ongoing challenging
projects and autonomy, rewards of educational opportunities, recognition of
their expertise
2.
Karyawan
Kontrak
Yaitu
karyawan temporer termasuk part
timer, buruh harian, dll. Mereka tidak mempunyai security dan stability seperti yang dimiliki karyawan
permanen. Mereka cenderung tidak memiliki komitmen tinggi terhadap perusahaan
yang mempekerjakan mereka dan umumnya tidak mendapat tunjangan kesehatan,
pensiun atau benefit lainnya. Tidak mudah untuk memotivasi mereka. Terkecuali
bagi mereka yang memang menginginkan kebebasan dalam bekerja, peluang menjadi
karyawan tetap merupakan hal yang paling memotivasi mereka. Hal lain yang dapat
memotivasi adalah peluang training
yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian mereka sehingga dapat menaikkan
nilai diri mereka. Apalagi bila pekerjaan kontrak mereka dapat membantu
meningkatkan keterampilan mereka, mereka akan lebih termotivasi. Hal lain yaitu
memisahkan tempat kerja karyawan kontrak dengan karyawan tetap yang memiliki
pendapatan lebih besar.
3.
Pekerja
Low-Skilled Service
Yaitu
karyawan yang umumnya bekerja di industri retail dan fast food dengan upah yang rendah dan
kecil kemungkinan untuk mendapat peningkatan upah yang signifikan. Mereka
umumnya terbatas pendidikan dan keterampilan-nya. Umumnya perusahaan mendekati
persoalan ini dengan cara membuat work
schedule yang fleksibel dan mengisi posisi ini dengan remaja atau pensiunan
yang tidak menjadikan upah sebagai hal yang paling penting. Tampaknya bila upah
dan benefit tidak bisa ditingkatkan,
turn over menjadi hal yang lumrah.
Oleh karena itu penting untuk memiliki jaringan rekrutmen yang luas, dan membuat
pekerjaan ini lebih menarik.
4.
Pekerja
Tugas Repetitif
Misalnya
di pabrik yang bekerja di assembly
lines. Motivasi mereka dalam bekerja akan dipengaruhi bagaimana kepribadian
mereka terkait dengan variasi, kebebasan, dan ambiguitas. Akan lebih
menguntungkan memiliki pekerja yang tidak terlalu menyukai variasi, kebebasan
dan ambiguitas. Teknik memotivasi yang bisa digunakan yaitu menciptakan iklim
kerja yang menyenangkan, menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan atraktif,
waktu break yang banyak, kesempatan bersosialisasi dengan pekerja lain saat
break dan supervisor yang
empatik.
(disadur
dari Robins, dalam OB)
Agus
coachingplus
Selection
Interviewing for Non Psychologist
13-14 Agustus 2008
Post
Assessment Program : Creating and Implementing Development Program from
Assessment Result Batch 2 20-21
Agustus 2008
Assessment for non
Psychologist 27 Agustus
2008
(021) 856 1772
IS Plaza 8th
floor Suite 808, Jl. Pramuka
Raya Kav 151, Jakarta Timur 13120
coachingplus™
adalah penyelenggara public dan in-house coaching dengan berbagai topik
yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi SDM di perusahaan.
e-mail
: agus@xxxxxxxxxxxxxxxxxx
website
: www.coachingplus.co.id
*
Bila Ibu Debian tidak berkenan menerima e-mail informasi seminar dari kami,
mohon kemurahan hati untuk :
-Me-reply e-mail ini dengan mencantumkan
’unsubscribe’ pada bagian kolom subyek e-mail sehingga tidak lagi menerima
informasi ini di kemudian hari.
-Namun
bila ingin mendaftar/mengganti alamat e-mail baru atau merekomendasikan alamat
e-mail yang lain mohon me-reply dengan mencantumkan alamat e-mail baru tersebut pada halaman/body e-mail.